Panduan Travel dengan Motor part 2

4. Trip dengan Partner

Partner dalam Trip dengan sepeda motor? Penting. Partner yang Saya maksudkan disini adalah partner yang berada di motor yang sama. Partner akan menggantikan kamu untuk berkendara jika kamu kelelahan. Tentunya waktu tempuh akan lebih efektif dan tidak terlalu lama menghabiskan waktu istirahat. Partner juga salah satu obat kebosanan dan kantuk ditengah jalan. Fakta menunjukkan bahwa kecelakaan lebih sering disebabkan karena rider ngantuk atau bosan hingga kehilangan fokus.

5. Preview Jalan yang ditempuh

Jalan yang kamu tempuh menuju tujuan perlu dikenali, bisa melalui tanya jawab dengan orang yang sering melewatinya atau dengan media google maps dan situs review jalan lainnya. Mengapa harus preview? Preview akan mempengaruhi kebutuhan motor dijalan nanti, bisa jadi motor kamu perlu tambahan aksesoris jika melewati jalan tertentu. Seperti, Jalan yang kamu tempuh adalah jalan yang tidak memiliki aspal yang cukup baik, maka kamu harus menyiapkan ban motor yang lebih retain condition. Atau tidak ada satu SPBU pun sepanjang jalan, jadi kamu harus menyiapkan bahan bakar dari tempat asal yang disimpan dalam botol besar. Hal yang tak kalah penting, Lokasi Masjid selama perjalanan, sehingga kamu bisa menentukan bagaimana melakukan ibadah. Dan banyak hal lain, sehingga kamu perlu preview jalan yang ditempuh, dan juga preview tempat tujuan.

6. Ban Sepeda Motor dan Cek kelayakan sepeda motor

Saya memisahkan persoalan Ban dengan poin-poin sebelumnya, karena Ban berbeda dengan Aksesoris lainnya. Saya pernah mengalami masalah Ban saat trip yang mengharuskan saya membatalkan trip karena beresiko besar, saat itu Ban saya sudah tidak layak digunakan lagi lantaran mengalami kebocoran setiap beberapa kilometer. Dalam hal ini Pilihan jenis Ban dan Spesifikasi perlu diperhatikan.

Setelah Preview kondisi jalan maka kamu bisa menentukan pilihan ban yang tepat untuk digunakan. Ban Tubeless atau Ban yang tidak memiliki Tube dalam lebih cocok digunakan karena fitur tidak mudah bocornya. Bagi yang masih awam, Ban tubeless jika tertusuk paku atau duri tidak akan bocor seketika sehingga kamu punya waktu untuk mencari bengkel tapi tetap berkendara. Ban dengan Tube dalam akan menyulitkan kamu jika bocor, Trip akan berubah menjadi Trip dengan berjalan kaki. Pilihlah Ban yang mampu menahan dua kondisi jalan, Jalanan Basah dan Kering. Juga sebaiknya carilah Ban yang bahan penyusunnya lebih keras dan tebal.

Sebelum Trip, sebaiknya motor kamu dibawa ke Bengkel untuk mengecek kelayakannya. Jika butuh perbaikan, perbaikilah terlebih dahulu.

7. Rest point

Mengendarai motor itu melelahkan, bahkan lebih melelahkan daripada mengemudi mobil. Bukan saja kelelahan, tapi pegal dan kantuk juga menghantui para rider jika berkendara terlalu lama. Jika kamu memiliki partner, hal itu mudah diatasi. Tapi saat partner juga ikut kantuk dan lelah, kalian perlu istirahat.

Carilah rest point atau tempat peristirahatan yang ada di sepanjang jalan yang dilalui. Pun kalau tidak ditemukan, berhentilah pada beberapa tempat yang dianggap nyaman sebagai rest poiny seperti masjid dan Pom Bensin. Lakukan istirahat sekaligus peregangan setiap 1,5-2 jam berkendara.

Buatlah check list untuk menyiapkan keenam hal ini. Ingat! persiapan yang baik adalah salah satu kunci keberhasilan dan kenyamanan Travelling. Pesan terakhir, Siapkan selalu pakaian Shalat selama perjalanan dan berhentilah di setiap masjid yang ditemui lalu shalat tahyatul masjid disana.

About ibnuhisham94 25 Articles
Traveller Muda dengan pengalaman sedikit

1 Trackback / Pingback

  1. Panduan Travel dengan Motor part 1 | SAFAR GUIDE

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*