Trip tokoh-tokoh Muslim

Islam memiliki panduan Fiqh Safar, yang mengatur segala aspek-aspek terkait dengan Travel. Bahkan Begitu banyak dalil-dalil Naqli yang menjelaskan tentang kelebihan Safar dan membimbing safar seorang Muslim. Dari sini kita mengetahui, Safar memiliki kedudukan penting dalam Islam. Para pemeluknya juga merupakan orang-orang yang sering melakukan Safar. Mayoritas Ulama dan Tokoh Muslim pernah melakukan Trip dalam hidupnya, bahkan diantara mereka menyarankan orang-orang untuk melakukan Travel. Perlu diketahui bahwa Rasulullah sendiri melakukan Perjalanan Internasional menuju Syam pada usia 12 tahun.

SAFAR MUSLIM

Pada kesempatan ini, Kita akan melihat Trips para tokoh Muslim, Saya merangkum 5 Tokoh dari Zaman yang berbeda-beda :

1. Tamim Ad-Dari Radhiyallu ‘anhu

Tamim ad-dari adalah salah satu Sahabat Rasulullah yang pertama kali membawa Lampu di Masjid Nabawi pada tahun ke 9 Hijriah, dan Orang pertama yang membangun Mimbar untuk Rasulullah SAW. Tamim ad-Dari ra. berasal dari Palestine berkelana dengan kapalnya menuju berbagai tempat baik itu Yunani, Roma, dan Persia. Tamim Ad-Dari Ra. dikenal dengan kisahnya bertemu Dajjal disalah satu pulau yang belum diketahui letaknya. Tamim sendiri kembali berkelana ke Negeri Syam setelah wafatnya Rasulullah SAW. Jasa-jasa tamim seperti lampu dan mimbar merupakan Refleksi pengalamannya karena telah melakukan Trip panjang ke Yunani, Persia dan Roma.

2. Muhammad bin Idris As-Syafi’i

Para penganut mazhab Syafi’i tentu sangat mengenal orang ini. Nama beliau dikenal dengan Imam Syafi’i rahimahullah. Imam Syafi’i adalah dikenal dengan pengelana Ilmu pertama, berpindah-pindah ke kota yang jauh untuk mencari Guru yang akan mengajarkannya satu Ilmu. Imam Syafi’i lahir di Gaza, Palestine tepat pada hari berpulangnya Abu Hanifah rahimahullah yaitu tahun 150 H. Pada usia yang masih muda Imam Asy-Syafi’i pindah ke Syam mengikuti Ibunya. Kemudian ketika sudah menghafal Al-Muwatha’ Imam Malik, Beliau pindah ke Madinah untuk berguru dengan Imam Malik.

Setelah tahun-tahun yang lama di Madinah, Imam Malik menyuruh Imam Asy-Syafi’i untuk Safar ke Baghdad. Imam Syafi’i pindah ke Baghdad bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal dan menulis beberapa Kitab seperti Ar-Risalah dalam Ilmu Ushul Fiqh. Kemudian Imam Asy-Syafi’i pindah ke Mesir tepatnya ke Kairo, menulis Al-Umm kemudian meninggal disana. Sebuah perjalanan yang panjang dan penuh Hikmah bagi Imam Syafi’i sendiri dan bagi ummat.

Imam Syafi’i sendiri juga seorang ahli sastra yang selalu menyarankan orang-orang untuk berkelana dalam syairnya. Diantara syair Imam Asy-Syafi’i tentang Travel adalah :

ما في المقام لذي عقل أدب من راحة *** فدع الأوطان واعترب

Orang pandai dan beradab tidak akan tinggal di satu tempat – Tinggalkan Negeri dan mengembaralah

Dalam pandangan Imam Asy-Syafi’i orang cerdas pasti melakukan Travel ke tempat-tempat yang jauh. Apakah kita orang yang cerdas? Jawabannya ada pada diri sendiri.

3. Muhammad bin Isma’il Al-Bukhari

Ulama yang satu ini merupakan Traveler yang luar biasa. Bahkan merupakan Ibnu Sabil terbaik sepanjang Sejarah Islam. Scientific Trip yang dilakukan imam bukhari sangat sulit dibayangkan lantaran banyaknya negeri yang beliau datangi. Muhammad bin Isma’il Al-Bukhari atau lebih dikenal dengan Imam Bukhari, perawi Hadits yang dikenal dengan penulis Kitab Hadits tershahih. Lahir di Bukhara di Uzbekistan, negeri yang jauh dari Jazirah Arab. Imam Bukhari dikenal dengan pencari Hadits paling total.

Dalam salah satu kisahnya, Imam Bukhari berkelana ke Negeri yang sangat jauh dari Samarkand setelah mendengar kabar bahwa penduduknya menghafal satu Hadits saja.
Belum ada catatan Detil tentang negeri-negeri yang telah dikunjungi Imam Bukhari, akan tetapi salah satu catatan menunjukkan bahwa Imam Bukhari telah melakukan Safar ke seluruh penjuru wilayah kekuasaan Bani Abbasiah yang mencakup Jazirah Arab, Syam, Iraq, dan Uzbek. Perjalanan yang jauh dan panjang demi Ilmu telah dilakukan oleh Imam Bukhari, dan manfaatnya bisa dirasakan oleh beliau sendiri dan oleh orang lain.

4. Muhammad Al Idrissi

Pernah melihat peta? Google Maps, Globe, atau lainnya yang menggambarkan area? Tentu saja pernah terutama bagi Traveler. Namun, sedikit dari kita yang mengetahui siapa orang pertama yang menggambar peta. Ketahuilah orang tersebut adalah Muhammad Al-Idrissi Al Maghribi. Ulama Geografi dari Maroko, telah berkelana ke Eropa hingga Asia kecil. Al-Idrissi yang bisa di sebut penemu peta menggambar sebuah Map Wilayah Mediterrania dengan Akurasi 87 persen. Al Idrissi yang tinggal di Palermo, Italia adalah pelopor peta modern dengan tipografi dan laut. Jasa yang besar ini didapatkan dari experience beliau dalam melakukan Trip, tidak mungkin Muhammad Al-Idrissi menggambar peta berdasarkan khayalannya saja.

5. Ibnu Batutah

Perjalanan paling fenomenal yang pernah dilakukan oleh tokoh Muslim adalah perjalanan Ibnu Batutah yang tercatat dalam buku Ar-Rihlah. Lahir di Tangier, Maroko kemudian melakukan sebuah Trip panjang mulai dari Iberia(Spanyol) kemudian menyusuri Afrika Utara (Aljazair, Libia dan Mesir) yang saat itu dikuasai Dinasti Mamluk menuju Makkah untuk melakukan Haji. Ibnu Batutah sendiri juga menyusuri sungai nil (Sudan) untuk melintasi laut merah menuju Makkah. Setelah dari Makkah Ibnu Batutah melintasi 120.000 kilometer dunia Muslim, jika dikonversikan ke peta modern terdapat 44 negara yang telah disinggahi oleh Ibnu Batutah. Ibnu Batutah kemudian kembali ke arah Tangier melalui Jalur Damaskus melintasi Palestina dan kembali berkelana ke Madinah.

Dari Madinah Ibnu Batutah menargetkan untuk datang ke Khanate yaitu Iraq dan Iran, menemui Baghdad yang hancur, melintasi Jalur Sutra menuju Tabriz, Kota Kekaisaran Mongol. Setelah perjalanan ini Ibnu Batutah Trip ke Makkah untuk Haji keduanya, tinggal selama setahun. Kemudian kembali melakukan Trip menuju Pantai Timur Afrika, berkunjung ke Ethiopia, Zanzibar dan Moghadishu. Kembali ke Oman lalu berziarah ke Makkah lagi. Lalu mencari pekerjaan di Kesultanan Delhi, dan Seljuk sebagai penerjemah. Ibnu Batutah lalu menyebrangi Laut Hitam dan tiba di Crimea lalu menuju sungai Volga di Russia.

Sebuah Catatan panjang yang bisa ditemukan di Kitabnya Ar-Rihlah. Ibnu Batutah sendiri menjadi Ahli Sejarah, Ahli Geografi, Ahli Bahasa, dan Ahli Ilmu Sosial karena Trip yang panjang. Secara tidak langsung Ibnu Batutah telah mengunjungi 3 Benua yang ada di Dunia ini. Really Great Traveller, Ibnu Batutah pantas disebut sebagai Bapaknya para Musafir.

Kisah yang sangat unik dan luar biasa dari tokoh-tokoh muslim. Trip merupakan pekerjaan yang bagus dan berpahala selama diniatkan dengan Niat yang baik dan tidak melakukan Maksiat di dalamnya. Trip bisa menjadi pintu mencari kebahagiaan dan pintu rezeki seperti kisah Ibnu Batutah.

Ibnu Hisham
Amateur Traveller

About ibnuhisham94 25 Articles
Traveller Muda dengan pengalaman sedikit

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*