4 Alasan kenapa Kamu harus Trip

Trip, Safar atau Travel adalah salah satu pekerjaan yang menyenangkan dan memiliki banyak manfaat. Seseorang yang mengalami kejenuhan akan pekerjaan atau bosan dengan aktifitas sehari-harinya memerlukan Safar menuju suatu tempat yang memiliki nilai lebih. Trip bisa meringankan beban-beban jiwa dan bukan tidak mungkin akan memberikan penghasilan tambahan. Beberapa orang telah menjadikan Travel sebagai bidang profesinya, apakah itu sebagai pemandu, atau sebagai pelaku Travel, ataupun sebagai biro Perjalanan orang lain. Hobi yang memberikan banyak benefit psikis ataupun finansial. Begitu banyak orang yang akan antusias jika di sebutkan kata “Lets Tripping!”, tentunya ini menggambarkan bagaimana menyenangkannya Pekerjaan ini.

post-2

Berikut adalah 4 Alasan kenapa Trip itu perlu kamu lakukan :

1. Your Brain is Bored
Kejenuhan adalah alasan utama seseorang melakukan Trip. Mata manusia yang selalu menerima pemandangan yang sama akan membuat otak menjadi bosan. Jika terus dalam kondisi ini, etos kerja akan menurun dan Stress akan semakin berat, dan tidak mustahil orang itu akan menjadi Gila karena kejenuhannya atau terserang penyakit lainnya.

Otak itu perlu menerima stimulus baru yang jarang ditemukan untuk melakukan refreshing agar dia berjalan dengan baik tanpa ada hambatan-hambatan. Mata perlu disegarkan dengan pemandangan baru dan Indah. Telinga perlu menerima suara-suara baru yang akan memberikan ketenangan tertentu baginya. Jadi, Safar atau Travel adalah salah satu jalan untuk meringankan beban otak manusia.

Sebagai contoh Saya pergi touring bersama kolega dengan sepeda motor atau mobil saat rasa bosan itu sudah keterlaluan. Di Aceh sendiri banyak destinasi wisata yang cool dan amazing. Cukup dengan kendaraan pribadi bersama beberapa teman, saya meluncur ketempat itu, melepaskan beban pikiran lalu kembali dengan jiwa yang segar dan siap beraktifitas kembali.

2. Bumi ini Luas, Kenapa dijadikan sempit

Salah satu paradigma yang muncul ditengah orang-orang tertentu adalah, Bumi ini sempit. Mengapa mereka berkata demikian? Mungkin karena mereka hanya punya sedikit pengalaman, dan jarang keluar dari markas besarnya. Bumi ini telah diciptakan sangat luas. 6.378,1 km lintang bumi dan 6356,8 km bujur bumi, 148.940.000 km2 daratan (29,2 %) 361.132.000 km2 perairan (70,8 %), 200 lebih Negara, ratusan ribu pulau, dihuni 7 miliyar manusia. Bumi seluas itu dan kamu masih tinggal di tempat yang sama sepanjang hidup, kesetiaan yang berlebihan dan konyol. Jangan pertahankan kesetiaanmu pada tempat tinggalmu saat ini, cobalah untuk menjauhinya barang sebentar. Lets Tripping!

3. Islam menganjurkan Tripping

Mungkin sedikit yang tahu bahwa Islam menganjurkan Tripping. Bagi sebagian orang Islam hanya mengatur sisi ibadah saja. Artinya, Islam itu hanya ada di Mesjid atau di Pengajian, tidak ada di sisi kehidupan manusia yang lain. Anggapan yang keliru dan jahil. Islam sangat menganjurkan Tripping, bahkan mencela orang-orang yang tinggal disatu tempat saja sepanjang hidupnya. Al-Qur’an sendiri berbicara tentang orang-orang yang tidak mau safar padahal dia punya kemampuan.

Rasulullah SAW melakukan International Trip pada usia 12 tahun. Para Sahabat banyak yang berkelana menuju negeri-negeri yang belum pernah mereka datangi bahkan beberapa dari mereka meninggal disana. Imam Asy-Syafi’I melakukan Travel ke 5 tempat sepanjang hidupnya. Dan yang lebih menakjubkan Imam Bukhari akan datang ke suatu Daerah yang sangat jauh hanya demi satu hadits (Scientific Trip). Kita belum berbicara tentang Al-Idrissi dan Ibnu Batutah yang melalang buana hingga ke Indonesia dan Timur Jauh Asia.

So, Trip sendiri adalah pekerjaan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Muslim sejak zaman dahulu. Bagi yang mengaku muslim tapi enggan Safar, rasanya seperti pengakuan palsu.

4. Kebahagiaan dan Rezekimu ada di luar sana

Ingat bagaimana kisah para perantau dari Tanah Minang? Kenapa mereka merantau? Jawabannya mencari rezeki dan Kebahagiaan. Dan tentunya mayoritas perantau mendapatkan Happy ending diperantauannya. Kebahagiaan dan Rezeki tidak selalu ada di tanah kelahiran, Sebagian besarnya pasti berada diluar. Mungkin diantara kita ada yang pernah mengalaminya, ditanah kelahiran hanya menjadi orang biasa, melakukan hal yang biasa, mendapatkan rezeki yang sedikit, dan boleh jadi kesuraman hidup lebih sering dijumpai daripada kebahagiaan. Bukan berarti kebahagiaan itu tidak ditakdirkan kepadanya, hanya saja berada di tanah yang jauh disana, perlu dijemput atau dicari dengan Safar ke tempat itu. Begitu pula dengan Rezeki, bukankah Warung Nasi Padang sangat popular di luar Padang?

Saya sendiri pernah mengalami bagaimana rasa bahagia ketika dalam Trip. Saya pergi ke Kuala Lumpur selama 10 Hari. Selama disana saya mendapatkan banyak pengalaman baru, kolega baru, makanan baru, dan pekerjaan baru. Selama disana banyak orang-orang Malaysia yang takjub dengan kami para tripper, mendadak jadi popular, kebahagiaan yang belum pernah kami rasakan dikampung halaman. Sepulang dari sana saya sendiri mendapat pekerjaan baru sebagai pemandu wisata Tourist dari Malaysia dan Singapore. Terbukti bukan? Safar adalah salah satu pembuka pintu Rezeki.

4 Hal diatas merupakan simpulan dari pengalaman saya sendiri. Walaupun sedikit tapi hal itu sudah merangkum sebagian besar alasan-alasan untuk tripping. Jadi, setelah ini, Masih setia dengan satu tempat? Let’s Go Travel!!

Ibnu Hisham Az-Zuhri

Traveller setengah jadi

About ibnuhisham94 25 Articles
Traveller Muda dengan pengalaman sedikit

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*